Zulhas Tegaskan Dukungan PAN pada Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi

 


Zulhas Tegaskan Dukungan PAN pada Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Minggu, 08 Maret 2026, Maret 08, 2026

 

Zulhas Tegaskan Dukungan PAN pada Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Jakarta  | Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang tengah memanas. PAN menilai kebijakan pemerintah dalam merespons eskalasi konflik internasional merupakan langkah tepat yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar untuk turut menjaga ketertiban dunia.


Ketua Umum PAN yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Presiden Prabowo yang segera menggelar rapat strategis di Istana Merdeka. Rapat tersebut membahas berbagai skenario dampak eskalasi konflik global, khususnya terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah.


Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri acara buka puasa bersama Dewan Pimpinan Pusat PAN di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa partainya akan selalu mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas nasional serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.


Menurutnya, Indonesia tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi dinamika global. Sebaliknya, Indonesia harus ikut berperan aktif sebagaimana amanat konstitusi. Dengan keterlibatan aktif dalam upaya menjaga stabilitas internasional, Indonesia dapat turut berkontribusi dalam meredam konflik sekaligus melindungi kepentingan nasional.


“PAN akan selalu mendukung Presiden Prabowo untuk ikut, sebagaimana perintah Undang-Undang Dasar, menjaga ketertiban dunia. Prinsipnya lebih baik kita ikut berperan ketimbang berada di luar tetapi tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).


Zulhas juga mengingatkan bahwa gejolak geopolitik global saat ini berpotensi menimbulkan tekanan besar terhadap berbagai sektor strategis nasional. Dampaknya dapat terlihat pada kenaikan harga komoditas global, gangguan rantai pasok internasional, hingga potensi tekanan terhadap stabilitas fiskal dan ketahanan pangan nasional.


Dalam situasi tersebut, menurutnya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tenang, rasional, serta mampu mengambil keputusan strategis secara cepat dan tepat. Pemerintah, kata dia, harus sigap dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional.


“Kita harus sigap mengantisipasi dan memitigasi berbagai risiko dari eskalasi konflik global. Yang paling krusial adalah menjaga sektor ekonomi, ketahanan energi, dan tentunya ketahanan pangan nasional. Ini bukan sekadar urusan perut, ini soal kedaulatan negara,” tuturnya.


Selain itu, Zulkifli Hasan juga memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tidak boleh bergantung sepenuhnya pada pasar internasional untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


Salah satu fokus pemerintah, lanjutnya, adalah program swasembada ikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memaksimalkan sumber daya laut guna memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan.


“Kita terus mendorong swasembada pangan secara menyeluruh. Swasembada beras, swasembada jagung, swasembada ikan, dan komoditas strategis lainnya. Petani harus kuat, produksi harus meningkat, distribusi harus efisien. Negara harus hadir memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.


Laporan: Tim Amanat Nasional News 

Editor: Redaksi 

TerPopuler